Sabtu, 12 Oktober 2013

sebuah kepercayaan yang tertoreh dusta

Ibarat pilar yang runtuh terkikis waktu
Seraya tak lagi berdiri tegak dan kokoh
Rapuh tidaklah kuat lagi
Yang tersisa hanyalah puing-puing kerapuhan

           Langit...
           Memekat hitam pada sang mega
           Tak lagi indah melainkan kelam
            Harupun kian tercium
           melembab pada hamparan bumi

Hingga pada masanya tiba
Deraian bulir-bulir bening
Menyusuri ruang- ruang ketangguhan

           Biarlah berjalan seadanya
           Hanyalah kepasrahan yang jadi akhir muaranya
           Biarlah waktu yang akan menjawab
           Di setiap ceritanya yang mengalur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar