Ibarat pilar yang runtuh terkikis waktu
Seraya tak lagi berdiri tegak dan kokoh
Rapuh tidaklah kuat lagi
Yang tersisa hanyalah puing-puing kerapuhan
Langit...
Memekat hitam pada sang mega
Tak lagi indah melainkan kelam
Harupun kian tercium
melembab pada hamparan bumi
Hingga pada masanya tiba
Deraian bulir-bulir bening
Menyusuri ruang- ruang ketangguhan
Biarlah berjalan seadanya
Hanyalah kepasrahan yang jadi akhir muaranya
Biarlah waktu yang akan menjawab
Di setiap ceritanya yang mengalur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar